Tampilkan postingan dengan label Karya Tulis Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Tulis Ilmiah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Agustus 2017

5 Situs Informasi Lomba Terupdate

5 Situs Informasi Lomba Terupdate

Menjadi mahasiswa merupakan suatu hal yang patut untuk kita syukuri, terlebih lagi jika kita mampu mencapai prestasi baik dibidang akademik maupun non akademik.

Berbagai cara dapat kita lakukan dalam meningkatkan prestasi dibidang non akademik seperti dengan aktif mengikuti kegiatan organisasi baik diluar kampu maupun di dalam kampus seperti HIMA, BEM, UKM dan lain sebagainya. Selain aktif dikegiatan organisasi, kita juga dapat meningkatkan kemampuan non akademik dengan mengikuti berbagai lomba baik dibidang keolahragaan, keilmiahan ditingkat regional nasional bahkan internasional.

Tentu dengan adanya situs penyedia informasi secara gratis akan membantu kalian dalam memperoleh informasi lomba baik untuk tingkat SMA, Mahasiswa maupun tingkat umum.

5 Situs Informasi Lomba Terupdate

Kenapa disebut sebagai situs informasi lomba terupdate? Karena situs informasi lomba ini adalah situs terbaik serta terupdate yang sudah dipilih berdasarkan kepopuleran situs, kemudahan penggunaan navigasi di mata penggunaanya. Buat kalian yang aktif dalam mengikuti kegiatan perlombaan antar lembaga (regional, nasional dan internasional), berikut 5 situs informasi lomba terupdate.

1. Info-Lomba.com - Up to Date

www.info-lomba.com
www.info-lomba.com

Situs penyedia informasi lomba terupdate yang berada di urutan pertama adalah www.info-lomba.com. Kenapa? Karena kemudahan dari navigasi yang disediakan dari situs tersebut mudah untuk digunakan juga terstruktur, mulai dari deadline, peserta lomba, menulis dan lain sebagainya. Selain itu, penggunaan warna yang kontras, desain yang simple serta kecepatan dalam mengakses menjadi hal yang patut untuk diapresiasi dalam berselancar disitus tersebut.

2. Akumaru.com - Info Lomba, Beasiswa, Lowongan Kerja

www.akumaru.com
www.akumaru.com

Akumaru merupakan situs penyedia informasi terlengkap, mulai dari informasi lomba, beasiswa sampai dengan lowongan kerja. 3 in 1 merupakan kata yang tepat untuk situs tersebut, karena sekali kita berselancar diakun tersebut kita tidak hanya bisa mencari informasi lomba yang ada, tapi juga informasi beasiswa dan lowongan kerja. Kalian hanya perlu memasukkan beberapa kata kunci dibagian form yang tersedia untuk memudahkan kalian dalam menemukan informasi yang kalian butuhkan.

3. InfoSayembara.com - Ajang Kompetisi, Kontes dan Lomba di Indonesia 

www.infosayembara.com
www.infosayembara.com

Hampir mirip dengan info-lomba, situs ini juga memiliki banyak informasi seputar lomba baik ditingkat regional, nasional bahkan internasional. Cuman perbedaannya terletak pada penyajian navigasi. Menariknya pada situs ini sangat up to date dalam membagikan informasi di berbagai sosial media salah satunya yaitu facebook. Tentu ini sangat membantu bagi kalian yang aktif membuka sosial media.

4. Lomba.or.id - Portal Informasi Lomba Terbaru 

www.lomba.or.id
www.lomba.or.id

Lomba.or.id adalah situs penyedia informasi lomba terupdate dengan memiliki berbagai informasi menarik. Pada situs tersebut tidak hanya menyediakan informasi tentang lomba melainkan juga informasi beasiswa, serta tips-tips dalam memulai untuk menulis sampai dengan tips memperoleh juara dalam mengikuti berbagai kompetisi. Informasi tersebut sangat berguna bagi kalian yang memang ingin serius dalam lomba khususnya dibidang tulis menulis.

5. LombaApaSaja.com  

lombaapasaja.com
lombaapasaja.com

Pilihan yang terakhir yaitu lombaapasaja.com. Pada situs ini kalian juga bisa memperoleh informasi tentang beasiswa, lowongan kerja, dengan niche apa saja seperti beasiswaapasaja, lowonganapasaja, promoapasaja.

Itulah tadi 5 Situs Informasi Lomba Terupdate versi Amirs ID yang bisa kalian gunakan untuk memperoleh berbagai macam informasi lomba secara gratis dengan tentunya up to date. Beberapa situs di atas juga memungkinkan kalian untuk mencari informasi lowongan kerja, beasiswa serta tips-tips memperoleh juaran. Jika kalian punya rekomendasi situs lainnya, jangan lupa untuk share dibagian kolom komentar.

Kamis, 08 Juni 2017

Cara Menulis Daftar Pustaka yang Benar


Pada pembahasan sebelumnya kita telah belajar tentang bagaimana cara mengutip suatu kutipan dari berbagai sumber, maka pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang bagaimana cara menulis suatu daftar pustaka yang baik dan benar.

Cara menulis sumber pustaka atau daftar pustaka tentunya tidak sama seperti menulis sumber kutipan maupun catatan kaki. Sehingga format penulisannya berbeda. Namun selain perbedaan dalam bentuk format penulisan tersebut, terdapat kesamaan dalam segi ketersediaannya beberapa metode atau gaya dalam menulis sebuah daftar pustaka. Artinya, dalam menulis daftar pustaka terdapat beberapa metode atau gaya (style) yang dapat dipilih dan digunakan seperti pada cara mengutip, antara lain: Turabian Style, Harvard Style, Vancouver Style, American Psychological Association Style, Chicago Style.

Umumnya, penulisan daftar pustaka ditulis pada bagian belakang atau halaman terakhir (sebelum lampiran) sebuah karya tulis ilmiah, baik makalah, jurnal, skripsi, tesis dan lain sebagainya. Tujuannya yaitu untuk memberikan daftar rujukan sumber yang telah digunakan atau dikutip demi mendukung suatu penelitian pada karya tulis ilmiah. Namun yang perlu untuk digaris bawahi disini yaitu, penulisan daftar pustaka tentunya harus sesuai dengan sumber yang memang benar-benar kita gunakan (dikutip). Hal ini tidak jarang dilakukan bagi teman-teman yang belum paham tentang penulisan daftar pustaka yang benar, menulis suatu sumber yang tidak pernah ia gunakan dalam tulisannya hanya untuk sekedar menyajikan daftar pustaka yang lebih banyak maupun ada kesamaan judul sumber dengan beberapa variabel penelitiannya.

Dilihat dari sumber yang digunakan dalam penulisan daftar pustaka memiliki format yang beragam sesuai dengan jenis sumber yang digunakan, jadi selain metode penulisan atau gaya penulisan seperti yang disampaikan diatas, juga terdapat beberapa format penulisan sesuai dengan sumber yang digunakan, apakah itu buku, jurnal, artikel, surat kabar atau yang lainnya.

Pada penulisan ini metode atau gaya yang akan kita gunakan yaitu Harvard dan American Psychological Association Style. Adapun aturannya yaitu sebagai berikut.

Aturan Penulisan Daftar Pustaka
  1. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya tulis ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya.
  2. Literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah.
  3. Daftar pustaka ditulis atau diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor.
  4. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dahulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur atau pustaka yang dirujuk.
  5. Jika penulis lebiih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan point "4", dilanjutkkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. (*Catatan: untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan atau tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama)
  6. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et.al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya. Berbeda halnya dengan penulisan sumber kutipan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya).
  7. Kata penghubung seorang atau beberapa penulis dengan penlis terakhir menggunakan kata "dan" bukan dengan menggunakan simbol "&" serta tidak menggunakan kata penghubung "and" walaupun literaturnya berbagasa Inggris, kecuali seluruh naskah yang ditulis menggunakan bahasa Inggris.
  8. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur atau pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh.
Cara Penulisan Daftar Pustaka
1. Buku Teks
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku (jika ada), kota penerbit, nama penerbit. (*Catatan: Jika ada dua penulis atau lebih, lihat pada aturan penulisan poin 5).
Contoh:
  • Amiroh. 2012. Kupas Tuntas Membangun E-Learning dengan Learning Management System Moodle Ver.2. Sidoarjo: Genta Group Production.
  • Sadiman, Arief S., R. Rahardjo, Anung Haryono, dan Rahardjito. 2012. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
2. Buku Teks Terjemahan
Aturan penulisan: nama belakang penulis asli, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku asli (cetak miring), edisi/cetakan, kota penerbit, nama penerbit, nama penerjemah, tahun, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, kota penerbit, nama penerbit. (*Catatan: Jika ada dua penulis atau lebih, lihat pada aturan penulisan poin 5).
Contoh:
  • Cresswell, J.W. 2008. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Third Edition. California: Sage Publication. Terjemahan A. Fawaid. 2010. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Cetakan 1. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Kieso, D.J.,J.J. Weygandt, dan T.D. Warfield. 2007. Intermediate Accounting. Twelfth Edition. USA: Jhon Wiley & Sons. Terjemahan E. Salim. 2008. Akuntansi Intermediate. Edisi Keduabelas. Jilid 2. Jakarta: Erlangga
3. Buku Terbitan Lembaga/Organisasi/Badan
Aturan penulisan: nama lembaga, badan atau organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan (jika ada), kota penerbit, nama penerbit.
Contoh:
  • Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. Surabaya: BPS Jawa Timur
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2011. Pendidikan Anti Korupsi untuk Perguruan Tinggi. Cetakan 1. Jakarta: Direktorak Jenderal Pendidikan Tinggi.
4. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi (Berisi Himpunan Peraturan, UU, dan Sejenisnya)
Aturan penulisan: nama lembaga, badan, atau organisasi, tahun penerbitan, judul peraturan/UU yang dirujuk (cetak miring), nomor atau seri peraturan/UU, edisi/cetakan (jika ada), kota penerbit, nama penerbit.
Contoh:
  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). 2011. Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 58 (Revisi 2009). Jakarta: DSAK-IAI.
  • Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII Jawa Timur. 2012. Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005. Sub-Bagian Akreditasi dan Publikasi Kopertis VII. Surabaya.
5. Peraturan, Undang-Undang, dan Sejenisnya (Cetak Lepas, Tidak Berupa Buku Himpunan)
Aturan penulisan: nomor dan tahun peraturan/ UU, judul peraturan/UU yang dirujuk (cetak miring), tanggal pengesahan/penerbitan (jika ada), nomor lembaran negara (jika ada), organisasi penerbit (jika ada), kota tempat pengesahan/penerbitan.
Contoh:
  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional. 8 Juli 2003. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 4301. Jakarta
  • Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005. Standar Nasional Pendidikan. 16 Mei 2005. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomo 41. Jakarta.
6. Artikel dalam Jurnal
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul artikel, nama jurnal (cetak miring), volume dan nomor jurnal (nomor jurnal dalam tanda kurung), nomor halaman artikel dalam jurnal. (*Catatan: Jika ada dua penulis atau lebih lihat aturan penulisan pada poin 5).
Contoh:
  • Riduwan, A. 2010. Etike dan Perilaku Koruptif dalam Praktik Manajemen Laba. Jurnal Akuntansi & Auditing Indonesia 14(2): 121-141.
  • Riduwan, A., I. Triyuwono, G. Irianto, dan U. Ludigdo. 2010. Semiotika Laba Akuntansi: Studi Kritikal-Posmodernis Derridean. Jurnal Akuntandi dan Keuangan Indonesia 7(1): 38-60.
7. Artikel Seminar/Simposium (dalam Prosiding)
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, nama prosiding (cetak miring), nomor dan volume prosiding (jika ada), tanggal seminar/ simposium, penerbit prosiding (jika ada, dicetak miring), nomor halaman artikel dalam prosiding. (*Catatan: Jika ada dua penulis atau lebih, lihat peraturan penulisan pada bagian poin 5).
Contoh:
  • Dewi, A. R. 2003. Pengaruh Konservatisme Laporan Keuangan Terhadap Earnings Response Coeficient. Prosiding Simposium Nasional Akuntansi VI Surabaya. Universitas Airlangga: 119-159.
  • Fidiana, I. Triyuwono, dan A. Riduwan. 2012. Zakah Perpectives as a Symbol of Individual and Social Piety: Developing Review of the Meadian Symbolic Interactionism. Global Conference on Business and Finance Proceedings 7(1). January 3-6. The Institute of Business and Finance Research: 721-742.
8. Artikel Seminar/Simposium (Cetak Lepas)
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, nama seminar/simposium (cetak miring), tanggal seminar/simposium, nomor halaman artikel. (*Catatan: Jika ada dua penulis atau lebih, lihat peraturan penulisan pada bagian point 5).
Contoh:
  • Kalana, I., S. Ngumar, dan I.B. Riharjo. 2012. Independensi Auditor Berbasis Kultur dan Filsafat Herbert Blumer. Simposium Nasional Akuntansi XV Banjarmasin. 20-23 September: 1-25.
  • Riduwan, A. 2012. Realitas dalam Cermin Retak: Laba Akuntansi dalam Bingkai Penafsiran Praktisi Bisnis Non-Akuntan (Studi Hermeneutika-Kritis). Simposium Nasional Akuntansi XV Banjarmasin. 20-23 September: 1-22.
9. Artikel dalam Buku Antologi dengan Editor
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul artikel, judul buku (cetak miring), nama editor buku, kota penerbit, penerbit. (*Catatan: Jika ada dua penulis atau lebih, lihat peraturan penulisan pada bagian poin 5).
Contoh:
  • Azra, A. 2005. Pluralisme Islam Dalam Perpektif Historis. Dalam Nilai-Nilai Pluralisme Islam: Bingkai Gaasan yang Berserak. Editor M. Sururin. Cetakan 1. Bandung: Penerbit Nuansa.
10. Skripsi/Tesis/Disertasi
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul skripsi/tesis/disertasi, skripsi/tesis/disertasi (cetak miring), nama program studi atau perguruan tinggi, kota tempat perguruan tinggi.
Contoh:
  • Pratama, P. P. P. 2014. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014 di SMP Negeri 1 Pupuan. Skripsi. Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja.
  • Samsi, N. 2012. Pengaruh Pengalaman Kerja, Independensi, dan Kompetensi terhadap Kualitas Hasil Pemeriksaan dengan Kepatuhan Etika Auditor sebagai Variabel Pemoderasi. Tesis. Program S2 Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu EKonomi Indonesia (STIESIA). Surabaya.
  • Natsir, M. 2008. Studi Efektivitas Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter di Indonesia Melalui Jalur Suku Bunga, Jalur Nilai Tukar, dan Jalur Ekspektasi Inflasi Periode 1990:2-2007:1. Disertasi. Program Pasca Sarjana Universitas Airlangga. Surabaya.
11. Artikel dari Internet
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, alamat URL (cetak miring), tanggal dan jam unduh.
Contoh:
  • IDC (International Data Corporation). 2015. Smartphone OS Market Share, 2015 Q2. http ://www. idc. com/prodsery/smartphone-os-market-share.jsp yang diakses pada tanggal 24 September 2016 pukul 27.30 WITA.
  • Purwanto, Sugeng, Heni Rahmawati, dan Achmad Tharmizi. 2013. Mobile Searching Objek Wisata Pekanbaru Menggunakan Location Base Service (LBS) Berbasis Android. http:www.pdii.lipi.go.id/wp-content/uploads/2014/03/Seminar-Nasional-Informastika-_SN1f-2013. yang diakses pada tanggal 12 Desember 2016 pukul 22.17 WITA.
12. Makalah Pidato Ilmiah dan Semacamnya
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan.
Contoh:
  • Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung.
  • Takwim, B. 2005. Habitus: Perlengkapan dan Kerangka Panduan Gaya Hidup. Makalah Diskusi Panel. Extension Course Resistensi Gaya Hidup. Foru Studi Kebudayaan Institut Teknologi Bandung. 20 Mei. Bandung.
13. Artikel dari majalah atau Surat Kabar
Aturan penulisan: nama belakang, isngkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit.
Contoh:
  • Magunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.
14. Berita dari Majalah atau Surat Kabar
Aturan penulisan: nama majalah/surat kabar, tahun, judul berita (cetak miring), nomor dan atau volume (jika ada), tanggal, halaman, kota penerbit.
Contoh:
  • Koran Tempo. 2002. Belajar dari Skandal Enron. 5 Februari. Halaman 21. Jakarta
Cara Penulisan Daftar Pustaka Jika Penulis Sama
Nama penulis yang sama untuk beberapa pustaka/literatur yang berbeda tidak perlu ditulis berulang-ulang, tetapi nama tersebut digantikan dengan tujuh tanda hubung "-------"
Contoh:
  • Prawiradilaga, Dewi Salma. 2012. Wawasan Teknologi Pendidikan. Jakarta: Prenada Media.
  • -------. 2009. Prinsip Desain Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media.
Itulah tadi cara menulis daftar pustaka yang kerap dijadikan sebagai acuan dalam penulisan karya tulis ilmiah, baik untuk memenuhi tugas mata kuliah maupun karya ilmiah pada ajang perlombaan. Selain daftar pustaka penyebutan lainnya adalah daftar rujukan, blibiografi, refrensi, daftar bacaan, dan kepustakaan.

Rabu, 31 Mei 2017

Cara Menulis Sumber Kutipan


Pada dasarnya menulis sebuah kutipan dari berbagai sumber cukuplah mudah, asalkan kita tahu caranya, tahu sumbernya, bagian kalimat yang ingin kita kutip. Dalam penulisan karya tulis ilmiah seperti artikel jurnal, laporan tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi. Terdapat beberapa metode atau gaya penulisan sumber kutipan dan penulisan daftar pustaka yanng dipilih dan dianut, antara lain: Turabian Style, Harvard Style, Vancouver Style, American Psychological Association Style, Chicago Style.

Masing-masing gaya penulisan sumber kutipan tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan tetapi suatu gaya yang dipilih atau yang digunakan haruslah diterapkan secara konsisten atau berkelanjutan. Namun pada artikel kali ini yang akan kita bahas yaitu pada bagian cara menulis sumber kutipan dengan gaya Harvard Style dan American Psychological Association Style yang cenderung lebih umum digunakan pada berbagai pedoman penulisan karya tulis.

Aturan Harvard dan American Psychological Association Style
  1. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan.
  2. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip.
  3. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua).
  4. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan dan (tidak menggunakan simbol &, serta tidak menggunakan kata penghubung and walaupun literatur yang digunakan dalam bahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris).
  5. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, kemudian diikuti kata et al., lalu tahun terbit dan halaman sumber kutipan. (*Catatan: et al. merupakan bahasa latin, singakatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan).
  6. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan, maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli buka nama penerjemah, diikuti tahun terbit asli bukan tahun terbit hasil terjemahan. (*Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka).
  7. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersfiat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya.
Umumnya, cara mengutip sebuah sumber terdapat dua jenis cara kutipan, yaitu cara menulis umber kutipan secara langsung dan tidak langsung. Tentu diantara kedua jenis cara mengutip tersebut memiliki perbedaan yang mendasar mengenai cara dalam menulis sebuah kutipan.

Kutipan Langsung

Kutipan langsung merupakan kutipan yang memerlukan ketepatan dalam penggunaan bahasa sehingga sama persis dengan isi yang ada pada sumber yang dikutip tanpa adanya pengurangan sedikitpun (tanda baca, ejaan, kalimat).

Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung merupakan kebalikan dari kutipan langsung, artinya kutipan yang sudah mengalami perubahan dari sumber kutipan aslinya. Perubahan tersebut meliputi: (1) perubahan cara penomoran yang sebelumnya horizontal ke vertikal, dan sebaliknya, (2) perubahan bahasa dari sumber kutipan aslinya tanpa mencantumkan bahasa aslinya, (3) mengambil inti dari yang dikutip, kemudian penulis membahasakan hasil kutipan tersebut.
(*Catatan: kutipan tidak langsung bukan berarti tidak perlu mencantumkan sumber yang dikutip)

Setelah mengetahui jenis kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Berdasrkan banyak sedikitnya jumlah kalimat yang dikutip, maka kutipan tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu kutipan pendek dan kutipan panjang.

Ciri-Ciri Kutipan Pendek
  1. Kutipan terdiri dari (tidak lebih) empat baris
  2. Kalimat yang dikutip ditulis diantara dua tanda petik seperti "............."
  3. Nama penulis dapat ditulis terpadu dalam teks
Ciri-Ciri Kutipan Panjang 
  1. Kalimat yang dikutip lebih dari empat baris
  2. Ditulis tanpa menggunakan dua tanda petik
  3. Ditempatkan menyendiri, tidak terpadu dengan teks
  4. Spasi yang digunakan 1 spasi
Setelah mengetahui perbedaan antara jenis kutipan langsung dan kutipan tidak langsung, kalian tinggal menentukan cara mana yang kalian pakai dalam mengutip. Pada dasarnya keduanya sama, artinya kedua cara tersebut dapat dipakai dalam menulis sebuah kutipan baik di skripsi, thesis, desertasi, makalah maupun karya tulis ilmiah.

Berdasarkan kondisi sumber yang akan dikutip, maka cara penulisan kutipanpun mengikuti beberapa format kutipan yang sesuai dengan kondisi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Sumber kutipan ditulis diawal kalimat atau awal teks:
  • Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Suartama (2014) menyatakan bahwa ....; jika disertai dengan nomor halaman: Suartama (2014: 14) menyatakan bahwa ....
  • Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Tegeh dan Kirna (2010) ....
  • Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: Sudarma et al. (2016) ....
2. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau teks:
  • Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ..... (Suartama, 2014); jika disertai dengan halaman: ..... (Suartama, 2014: 14)
  • Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ..... (Tegeh dan Kirna, 2010)
  • Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: ..... (Sudarma et al., 2016)
3. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Suartama (2010, 2014); jika sumber tersebut diterbitkan pada tahun publikasi yang sama: Suartama (2010a, 2010b)

4. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2011); Ikatan Akuntan Indonesia (2015)

5. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undang-undang: Undang-Undang No.12 Tahun 2013 .....; Peraturan Pemerintah No.06 Tahun 2010 ....

6. Kutipan berasal dari sumber kedua: Tegeh (2010) dalam Suartama (2014: 27) .....; Parmiti (lihat Suditha, 2011: 21) ....; 
(*Catatan: penulisan daftar pustaka pada penulisan sekunder ini hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua (sekunder))

Rabu, 24 Mei 2017

Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah


Sesuai dengan janji saya pada tulisan sebelumnya mengenai apa itu karya tulis ilmiah?, pada penulisan kali ini saya akan menjeleskan mengenai jenis-jenis dari karya tulis ilmiah. Kita sudah mengetahui bahwa tidak semua tulisa dapat dikatakan dalam kategori karya tulis ilmiah. Selanjutnya, berdasarkan isi dan bentuknya, karya tulis ilmiah dapat dibagi menjadi beberapa jenis.

Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah

1. Buku Pelajaran
Buku pelajaran merupakan karya tulis ilmiah di bidang pendidikan karena memiliki nilai kebenaran ilmiah dan disusun dengan landasan teori tertentu. Buku pelajaran mencakup materi pelajaran yang disusun berdasarkan kurikulum yang telah ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku pelajaran pun bermacam-macam tergantung pada muatan materi yang ada di dalamnya, seperti buku pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Geografi, dan Fisika.

2. Makalah
Makalah adalah sebuah karya tulis ilmiah yang ruang lingkup permasalahannya mencakup suatu topik tertentu. Makalah memiliki ciri-ciri khusus, yaitu:
  • Merupakan hasil kajian literatur atau hasil laporan penelitian (baik penelitian yang dilakukan secara laboratorium, lapangan maupun studi pustaka) mengenai suatu permasalahan, misalnya adalah makalah hasil kunjungan studi ke salah satu pabrik minuman ringan.
  • Mendemonstrasikan kemampuan menerapkan suatu teori dalam penanganan suatu kasus di lapangan.
  • Menunjukkan kemampuan memahami suatu permasalahan dilihat dari sisi teoritik.
  • Tersaji metode pemecahan masalah yang logis dan sistematis sesuai dengan teori.
Adapun bentuk makalah yang sering digunakan dalam karya tulis ilmiah ada dua macam, yaitu:
  • Common paper, merupakan suatu makalah yang dibuat secara deskriptif dan dengan menggunakan berbagai aliran pendapat kemudian disampaiakan dengan argumentasi untuk mempertahankan salah satu aliran atau pendapat tersebut.
  • Position paper, makalah yang dibuat untuk menunjukan penguasaan pengetahuan yang dimiliki oleh penulis serta sebagai gambaran nyata atas keberpihakan penulis pada salah satu teori dengan dukungan argumentasi yang logis.
3. Modul
Seorang pengembang atau yang suka dalam hal yang bersifat praktik tentu tidak asing mendengan istilah "modul". Modul merupakan suatu materi pelajaran yang disusun sedemikian rupa sehingga pembacanya dapat menyerap sendiri materi tersebut. Jadi, dalam pengembangan sebuah modul harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga pembaca bisa menyerap materi dengan cepat. Beberapa contoh modul adalah modul pengoperasian komputer, pengembangan website dalam artian modul dikembangkan sering difungsikan untuk suatu langkah yang bersifat praktik yang menuntun pembacanya untuk mengikuti langkah-langkah yang ada sesuai dengan tahapan-tahapannya. Modul sering digunakan oleh pembelajaran yang dilakukan secara online seperti yang dilakukan oleh Universitas Terbuka. Dengan model pembelajaran mandiri, mahasiswa universitas ini dituntut untuk bisa menguasai materi secara mandiri melalui modul yang telah disediakan.

4. Diktat Pelajaran
Diktat pelajaran adalah sebuah catatan tertulis suatu materi bidang studi yang disediakan oleh guru untuk mempermudah penyampaian materi kepada siswanya. Namun, disini yang menjadik perbedaan antara diktat dengan buku pelajaran adalah bahwa buku pelajaran diterbitkan oleh penerbit dan telah melalui proses pengecekan yang cukup ketat, sedangkan diktat sifatnya yang lebih ringkas dan simpel daripada buku pelajaran serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik siswa yang dibelajarkan. Jenis-jenis diktat pun bermacam-macam berdasarkan materi pelajaran yang disampaikan didalamnya, seperti diktat pelajaran Biologi, pelajaran Sejarah dan pelajaran Komputer.

5. Karya Terjemahan
Karya terjemahan ini juga tidak semua karya terjemahan dapat dikategorikan sebagai karya tulis ilmiah, melainkan karya yang memiliki sifat keilmiah sesuai dengan definisi dan karakteristik karya tulis ilmiah itu sendiri. Karya terjemahan adalah karya tulis hasil penerjemahan dari buku atau karya tulis ilmiah yang berbahasa asing ke bahasa Indonesia ataupun sebaliknya. Sebagai contoh konkrit, bila karya tulis yang diterjemahankan merupakan hand book (semacam buku pegangan suatu bidang keilmuan) maka karya tersebut karya tulis ilmiah. Selanjutnya, jjika diterjemahkan adalah buku puisi maka tentunya karya terjemahan tersebut tidak bisa dianggap sebagai karya tulis ilmiah.

Tentunya dalam menerjemahkan sebuah buku dari bahasa asing ke bahasa yang digunakan tidak semua orang bisa berprofesi sebagai penerjemah. Melainkan harus memenuhi beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi sebagai seorang penerjemah, diantaranya yaitu:
  • memiliki bidang keilmuan sesuai dengan materi yang akan diterjemahkan
  • menguasai tata bahasa asing terkait
  • menguasai bahasa Indonesia dengan baik 
  • mengetahui teknik penerjemahan
  • memahami latar belakang budaya dari bahasa asing tersebut
Jika kalian memiliki klasifikasi persyaratan diatas, silahkan langsung ajukan diri untuk menjadi penerjemah buku sebagai karir penerjemah yang sukses, Amiiiin.

6. Laporan Hasil Penelitian
 Laporan hasil penelitian merupakan sajian tertulis dari hasil kegiatan penelitian yang telah dilakukan atau sebagai laporan pertanggungjawaban dari kegiatan penelitian tersebut. Jadi, laporan hasil penelitian adalah bentuk komunikasi tertulis atas penelitian yang telah dillakukan. Jika disusun dalam kaitannya dengan persyaratan akademik, maka bentuk laporannya dapat berupa Tugas Akhir (TA) untuk jenjang Diploma, skripsi (untuk S1), tesis (untuk S2), dan disertasi (untuk S3). Biasanya, karya tulis jenis ini adalah jenis karya yang biasa diperlombakan untuk kegiatan lomba karya tulis ilmiah, baik di tingkat lokal, regional, nasional bahkan sampai internasional.

7. Artikel Ilmiah
Artikel ini sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu artikel ilmiah dan artikel non ilmiah. Artikel ilmiah ini berbeda dengan laporan hasil penelitian yang baku. Artikel ilmiah menyampaikan materi yang lebih bersifat singkat, padat dan mudah dipahami. Artikel ini terbagi menjadi dua macam yang berbeda, yaitu:
  • Artikel ilmiah hasil penelitian, merupakan tulisan ilmiah yang didasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan. Artikel ini disusun sedemikian rupa sehingga tetap menampilkan semua aspek laporan hasil penelitian, tetapi dalam format yang lebih ringkas. Jadi, bisa dikatakan bahwa artikel ilmiah jenis ini hampir serupa dengan ringkasan atas semua bagian dari laporan hasil penelitian atau yang disebut dengan jurnal ilmiah yang tentunya harus menyesuaikan dengan sistematika penulisan yang ada pada setiap universitas masing-masing
  • Artikel ilmiah non penelitian, adalah artikel-artikel hasil pemikiran yang memiliki dasar teroi yang jelas. Dasar teori tersebut bisa berasal dari hasil penelitian terdahulu ataupun berasal dari buku.
Baik, sekian itu penjelasan dari saya mengenai jenis-jenis karya tulis ilmiah. Selanjutnya, pada penulisan selanjutnya saya akan coba tulis mengenai aturan dalam penulisan karya tulis ilmiah, seperti bagaimana cara mengutip sumber kutipan. Tetap stay disini, tinggalkan komentar jika ada hal yang perlu untuk dipertanyakan dan tetap semangat dalam belajar tulis menulis....

Apa itu Karya Tulis Ilmiah?


Akhir-akhir ini banyak teman-teman kuliah, kos dan adik-adik tingkat saya yang mulai tertarik dalam dunia tulis menulis khususnya di bidang karya tulis ilmiah (KTI). Namun tidak sedikit dari mereka yang masih bingung tentang apa itu KTI, sehingga pertama kali yang mereka tanyakan yaitu tentang KTI itu sendiri. Maka dari itu, pada bagian awal dari kategori KTI pada blog saya ini akan saya sampaikan gambaran mengenai KTI.

Karya tulis ilmiah, jika dilihat dari definisi secara umumnya merupakan karya tulis yang berdasarkan penelitian atau pengkajian yang memiliki sifat keilmiahan dan memenuhi syarat keilmuan. Adapun syarat keilmuan yang dimaksud disini adalah:
  1. Bersifat objektif
  2. Isi kajian berada pada lingkup pengetahuan ilmiah
  3. Menggunakan metode berfikir ilmiah yang logis dan sistematis
Nah, dari definisi tersebut semoga sudah ada pengetahuan awal bagi teman-teman tentang apa itu karya tulis ilmiah. Jadi, tidak semua tulisan dapat dikategorikan sebagai karya tulis ilmiah seperti puisi, cerpen, prosa, dan pantun tentu tidak bisa dianggap sebagai karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah memiliki banyak jenis. Untuk lebih jelasnya mengenai jenis-jenis karya tulis ilmiah tersebut, harap bersabar ya buat menunggu tulisan selanjutnya.....